Pada tanggal 12 Mei 2026, hamparan alam Rowo Bayu menjadi saksi semangat kebangkitan budaya dalam Pagelaran Saba Budaya Desa Bayu. Mengusung tema “Gumregahing Desa Bayu”, yang bermakna bangkit dan bergeraknya semangat Desa Bayu, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara tradisi, seni, alam, dan kebersamaan masyarakat.
Di tengah suasana yang asri dan sarat nilai sejarah, masyarakat serta para pengunjung diajak menyelami kekayaan identitas Desa Bayu melalui beragam pagelaran seni dan budaya yang ditampilkan dengan penuh penghayatan. Setiap tarian, alunan musik, hingga ekspresi budaya yang hadir menjadi cerminan semangat masyarakat dalam menjaga warisan leluhur sekaligus menghidupkannya di tengah perkembangan zaman.
Tidak hanya pertunjukan budaya, kegiatan ini juga menghadirkan ragam kuliner khas Desa Bayu yang tersaji sebagai bagian dari pengalaman budaya yang utuh. Aneka cita rasa lokal yang diwariskan turun-temurun menjadi simbol kearifan masyarakat dalam mengolah hasil alam dan mempertahankan kekayaan gastronomi desa. Setiap sajian bukan sekadar makanan, tetapi cerita tentang identitas, kebersamaan, dan rasa syukur atas tanah yang menghidupi.
Saba Budaya Desa Bayu menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa desa bukan hanya tempat tinggal, tetapi ruang hidup yang terus bertumbuh melalui budaya. Melalui tema “Gumregahing Desa Bayu”, semangat masyarakat dipancarkan untuk terus melestarikan tradisi, menggerakkan potensi lokal, dan menjadikan budaya sebagai kekuatan dalam membangun masa depan desa yang berdaya dan membanggakan.
Spirit of Bayu Heritage.